Interaksi Internasional Jerman

Dahulu negara ini terpisah menjadi Jerman Barat dan Jerman Timur. Hal ini terjadi sebagai akibat dari kekalahan Adolf Hitler pada perang dunia II. Pemisahan yang menjadi sejarah Eropa ini runtuh ketika tembok Berlin yang membatasi Jerman barat dan Jerman Timur di robohkan. Setelah itu interaksi dilakukan oleh gabungan negara tersebut baik di kawasan Eropa maupun di belahan dunia lainnya.
Sebagai bagian dari negara di kawasan Eropa Jerman terintegrasi dalam organisasi kawasan Uni Eropa yang memudahkan untuk berinteraksi dengan negara-negara anggota uni Eropa lainnya, karena di dalam organisasi Uni Eropa hambatan-hambatan yang ada dalam proses interaksi antar negara sedikit demi sedikit dihilangkan. Adanya pasar tunggal dan penghilangan pasppor sehingga hampir tidak ada batas penghalang antara Jerman dengan negara Eropa lainnya.
Pada masa pemerintahan Angela Merkel sekarang di harapkan ada perubahan politik luar negeri di banding pemerintahan kanselir Gerld Schroeder, tetapi menteri luar negeri Jerman yang baru Frank Walter Steinmeier tidak yakin kalau Bundeskanzlerin Angela Merkel akan melakukan perubahan dalam politik luar negeri Jerman. Ia yakin bosnya akan tetap melanjutkan kebijakan pendahulunya. Seperti yang sudah-sudah juga kerjasama dengan Prancis merupakan tonggak utama.
Untuk itu tidaklah mengherankan jika kunjungan luar negeri Merkel pemimpin partai kristen demokrat CDU dan Steinmeier anggota partai sosial demokrat SPD pertama kalinya ke Paris. Dukungan juga didapat dari pemerintah di Berlin yang berambisi agar Jerman bersama Prancis tetap menjadi penggerak penyatuan Eropa. Untuk kelanjutan kebijakan politik luar negeri itu, Steinmeier merupakan jaminannya. Sebelum ini ia menjabat kepala kabinet Schröder, sehingga turut menentukan politik luar negeri Jerman. Pada hari kerja pertamanya, Menlu Steinmeier menyatakan bahwa secara internasional kesadaran Jerman makin meningkat. Ruang gerak politik luar negeri tahun-tahun belakangan makin besar, dan hal itu akan diteruskannya.
Negara kecil dan menengah UE
Kendati demikian tetap diramalkan beberapa perubahan. Seperti hubungan ekslusif dengan Paris akan berkurang seperti ketika jaman Schröder. Antara pendahulu Merkel dan presiden Perancis Jacques Chirac berlangsung hubungan akrab Männerfreundschaft atau persahabatan di antara laki-laki. Itu menyebabkan beberapa negara Eropa, antara lain Belanda, merasa terkucil.
Untuk itulah di bawah Merkel, pemerintah Jerman ingin memperketat hubungan dengan negara-negara kecil dan menengah Uni Eropa. Sebagai upaya menekankan hal itu maka Merkel setelah kunjungannya ke Paris, langsung bertandang ke markas besar Uni Eropa di Brussel. Merkel ingin memberi kesan, seperti yang dilakukan pendahulunya Schröder dan Helmut Kohl, bahwa kemesraan Jerman dan Prancis bukan dimaksudkan untuk menantang negara Uni Eropa lainnya.
Selain itu diramalkan akan ada pergeseran tekanan dalam hubungan dengan Rusia. Merkel selalu menolak hubungan tidak kritis Schröder dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Dengan membuat poros Berlin-Paris-Moskow maka Merkel mencoba mengakhiri hal tersebut. Pola baru juga akan memperbaiki hubungan dengan Polandia, Britania dan Amerika Serikat. Merkel akan berkunjung pula ke Perdana Menteri Tony Blair. Selanjutnya, dalam waktu dekat ia akan melakukan lawatan perkenalan ke Warsawa dan Washington. Setidaknya Merkel akan memperlihatkan nada lain di banding pendahulunya Gerhard Schröder.
Selanjutnya apa yang diharapkan Belanda dari Merkel? Pejabat sementara duta besar di Berlin, Ron van Dartel menyatakan optimis. Pemerintahan yang baru ini menyatakan ingin menyesuaikan hubungan dengan negara-negara tetangga. Demikian Van Dartel. Jadi Belanda berharap dapat kembali memulai dan dapat melangsungkan kembali hubungan bilateral. Sementara anggota parlemen Jerman Peter Altmaier, dari partai kristen demokrat CDU beranggapan pemerintahnya akan lebih memperhatikan hubungan dengan Belanda, keduanya akan dapat bekerja sama dalam Dewan Eropa dan memperbaiki hubungan bilateral kedua negara.
Mitra dagang utama Jerman adalah negara industri, yang menyumbang sekitar 77,5% dari ekspornya dan sekitar 75% dari impornya. Perdagangan dengan negara Uni Eropa menyumbang sekitar 57,2% dari ekspor dan 54,1 % dari impornya. Mitra dagang utamanya adalah Perancis, AS, Belanda, Italia, Inggris, Austria, Belgia, Jepang dan negara UE lainnya serta Rusia. Belakangan ini, Jerman tampak berusaha meningkatkan hubungan dagangnya dengan negara Eropa Timur serta bekas UniSoviet.

Interaksi di Luar Eropa
Jerman hingga kini tercatat sebagai donatur terbesar bantuan bagi negara-negara yang terkena dampak tsunami di Wilayah Samudra India dengan total bantuan senilai US$683 juta atau sekitar Rp6,14 miliar (kurs Rp9.000). Selain itu 13% perdagangan luar negeri Jerman sekarang dilakukan dengan kawasan Asia Pasifik. Perusahaan Jerman aktif hampir di semua negara Asia Pasifik. Siemens baru-baru ini merasakan 100 tahun kehadirannya di Cina.
Jerman membantu hutang negara miskin
penghapusan utang akan memberi dampak nyata bagi anggaran belanja negara-negara industri maju. Jerman harus membayarkan utang negara-negera miskin kepada Bank Dunia, IMF dan Bank Pembangunan Afrika. Jerman menanggung kewajiban membayar 40 juta Euro, tahun berikutnya bertambah menjadi 60 juta Euro. Jumlah tersebut diperkirakan terus meningkat sampai tahun 2020, setelahnya baru menurun.
Kementrian Keuangan Jerman ingin jumlah itu sepenuhnya diambil dari anggaran belanja Kementrian Bantuan Pembangunan. Sebaliknya, Menteri Sekretaris Negara Erich Stather, yang mewakili Menteri Bantuan Pembangunan Jerman Heidemarie Wieczoreck-Zeul pada pertemuan di Washington berargumentasi, karena berkaitan dengan kewajiban tambahan, maka anggaran kementrian tersebut sepantasnya ditambah.
Uganda adalah salah satu negara Afrika yang menikmati keuntungan dari rencana penghapusan utang luar negeri oleh negara G8. Tetapi banyak pakar ekonomi menilai bahwa penghapusan ini tidak cukup untuk membantu Uganda keluar dari kemiskinan. Dibandingkan dengan negara Afrika lain yang rawan konflik, Ghana yang berpenduduk 20 juta jiwa tampak seperti oase kedamaian. Ghana adalah bukti nyata kesuksesan politik penghapusan utang luar negeri. Awal tahun 2004 pemerintah Jerman menghapuskan seluruh utang negara ini, dengan syarat, dana yang berlebih akan digunakan untuk peningkatan pembangunan.
Interaksi Ekonomi Jerman-Arab
Sekalipun ada berbagai hambatan politik dan ekonomi, yang dialami oleh kawasan Arab dalam beberapa tahun terakhir, impor Jerman untuk barang-barang dari kawasan Arab meningkat dan mencapai nilai 7,2 miliar Euro. Sementara ekspor Jerman ke negara-negara Arab mencapai nilai 14,6 miliar Euro. Ia menambahkan, tugas utama ke depan adalah meningkatkan hubungan ekonomi dan kegiatan investasi di kedua kawasan.
Fokus utama konferensi di Berlin adalah 2 negara: Irak dan Uni Emirat Arab. Ketua Presidium Perhimpunan Dagang dan Industri Jerman-Arab, Carl Dieter Spranger menyatakan, perekonomian Irak harus bangkit kembali, agar kehidupan yang rukun di masa depan dapat terjamin. Ia menerangkan, ada sinyal baik. Tahun lalu, ekspor Irak ke Jerman, sekalipun volumenya masih kecil, meningkat dua kali lipat.
Forum Kerjasama Bilateral Jerman – Indonesia
a.Kesepakatan Bersama dalam rangka pendirian Forum Ekonomi dan Teknologi Indonesia – Jerman (Germany Indonesia Forum) yang ditandatangani pada tgl.4 April 1995 antara Menteri Negara Riset dan Teknologi RI dengan Menteri Ekonomi Republik Federal Jerman. Forum ini merupakan forum kerjasama antara pemerintah dan pengusaha kedua negara yang bertujuan untuk meningkatkan kerjasama ekonomi, industri dan teknologi.
b.Hasil pertemuan GIF Meeting V yang diselenggarakan di Berlin pada tanggal 29-31 Januari 2001, antara lain;
Indonesia mengharapkan kerjasama pihak Jerman dalam pengembangan proyek2 di beberapa bidang yang dilaksanakan bersama antara pengusaha Jerman dan Indonesia. Proyek yang akan menjadi prioritas adalah yang banyak menggunakan teknologi Jerman mencakup mesin-mesin, bahan baku dan teknologi Jerman. Pembiayaan dari proyek tersebut akan disediakan oleh KfW German
Pada akhir GIV V telah dikeluarkan komunike bersama Indonesia – Jerman yang berisikan kesepakatan untuk melanjutkan kerjasama antara kedua negara, khususnya private to private.
c.Pelaksanaan GIV VI diselenggarakan di Indonesia pada tahun 2002
Upaya Peningkatan
a.Untuk mengantisipasi berbagai kebijakan Jerman di masa mendatang, Indonesia akan melakukan langkah-langkah penting dalam diplomasi perdagangan dan investasi dengan negara tersebut baik secara individual maupun dalam kapasitasnya sebagai negara anggota UE, antara lain :
b.Melakukan konsultasi intensif, baik dengan Komisi Eropa maupun dengan Pemerintah negara-negara anggota uni-eropa, termasuk Jerman secara bilateral maupun dalam kerangka regional guna mendapatkan mutual understanding dan membina kerjasama yang bersifat sinergis dan koperatif.
Mengagendakan kunjungan/pertemuan Menperindag dengan Presiden dan Commissioner Bidang Perdagangan Komisi Eropa di Brussels, serta kunjungan/pertemuan dengan mitra Menteri di negara-negara anggota Uni Eropa, termasuk Jerman. Kunjungan perlu untuk memperoleh dukungan atas kepentingan Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s